Dalam hal pemakaian mesin gasoline, ada kalanya kita mengalami kesulitan dalam menghidupkan mesin tersebut. Ada beberapa kemungkinan yang terjadi, dimulai dari ignition coil yang terganggu hingga filter bahan bakar tersumbat. Untuk mengatasi permasalahan yang terjadi diatas maka ada baiknya Anda menyimak beberapa langkah trouble shooting dalam melakukan perbaikan mesin gasoline yang sulit dihidupkan.
1. Cek filter dan level bahan bakar dalam tangki
Periksalah filter bahan bakar pastikan tidak ada yang menyumbat saluran bahan bakar, serta cek level bahan bakar dalam tangki, pastikan tangki terisi penuh dengan bahan bakar
2. Periksa busi
Hal yang dapat membuat mesin gasoline sulit untuk dihidupkan salah satunya adalah kotor atau basahnya busi, untuk busi kotor maka bersihkan busi dari karbon atau deposit lainnya dengan menggunakan sikat kawat yg kaku, lalu jika elektroda busi basah maka bersihkan dan keringkan elektroda, setelah itu buang kompresi dengan menutup lubang busi pada cylinder head, hal ini dilakukan untuk membuang sisa oli yang masuk ke ruang kompresi. Selain dua hal diatas, yang perlu diperhatikan adalah celah kerenggangan busi. Standard kerenggangan busi adalah 0.7 mm – 0.8 mm (0.028 – 0.031 in), baiknya anda menggunakan alat ukur untuk memastikan kerenggangan busi tersebut.
3. Periksa sistem ignition coil
Tekan switch mesin pada posisi ‘’ON’’ tarik recoil start, ceck untuk melihat adanya spark yang melompat di sepanjang elektroda busi ( gunakan busi baru ) Periksa kerenggangan ignition coil dengan flywheel, biasanya jarak standard yang ditetapkan 0.4 ±0.2 mm
4. Periksa Karburator
1. Cek filter dan level bahan bakar dalam tangki
Periksalah filter bahan bakar pastikan tidak ada yang menyumbat saluran bahan bakar, serta cek level bahan bakar dalam tangki, pastikan tangki terisi penuh dengan bahan bakar
2. Periksa busi
Hal yang dapat membuat mesin gasoline sulit untuk dihidupkan salah satunya adalah kotor atau basahnya busi, untuk busi kotor maka bersihkan busi dari karbon atau deposit lainnya dengan menggunakan sikat kawat yg kaku, lalu jika elektroda busi basah maka bersihkan dan keringkan elektroda, setelah itu buang kompresi dengan menutup lubang busi pada cylinder head, hal ini dilakukan untuk membuang sisa oli yang masuk ke ruang kompresi. Selain dua hal diatas, yang perlu diperhatikan adalah celah kerenggangan busi. Standard kerenggangan busi adalah 0.7 mm – 0.8 mm (0.028 – 0.031 in), baiknya anda menggunakan alat ukur untuk memastikan kerenggangan busi tersebut.
3. Periksa sistem ignition coil
Tekan switch mesin pada posisi ‘’ON’’ tarik recoil start, ceck untuk melihat adanya spark yang melompat di sepanjang elektroda busi ( gunakan busi baru ) Periksa kerenggangan ignition coil dengan flywheel, biasanya jarak standard yang ditetapkan 0.4 ±0.2 mm
4. Periksa Karburator
Karburator yang tidak stabil akan menyebabkan mesin tidak cukup berputar pada kondisi loading, solusi untuk menangani hal tersebut adalah :
a. Bersihkan karburator dari sisa bensin yang tersisa di ruang float
b. Setting ulang celah pilot screw dan throtle stop crew
Celah Pilot Screw = 2 ½ putaran
Rpm idle = 1400rpm
a. Bersihkan karburator dari sisa bensin yang tersisa di ruang float
b. Setting ulang celah pilot screw dan throtle stop crew
Celah Pilot Screw = 2 ½ putaran
Rpm idle = 1400rpm
5. Periksa kompresi cylinder
Hal ini dilakukan dengan dengan menggunakan
gauge kompresi atau dengan menutup lubang busi dengan kain dan engkol mesin
beberapa kali.
Jika tidak ada kompresi maka yang dapat Anda lakukan adalah cek apakah jarak valve sudah benar,
IN 0.15 + 0.02mm
EX 0.20 + 0.02mm
EX 0.20 + 0.02mm
jika langkah tersebut sudah dilakukan, maka selanjutnya Anda dapat mengecek gasket cylinder head pastikan tidak ada kebocoran kompresi pada cylinder head
Demikian beberapa hal yang dapat dilakuakn untuk mengatasi permasalahan pada mesin Gasoline, untuk informasi mengenai produk Gasoline Engine Shark, Anda dapat mengunjungi website resmi kami di halaman kategori produk







0 comments:
Posting Komentar