Sejarah
Sejarah awal Otomotif dimulai dari mesin motor empat tak, mesin ini menggunakan bahan bakar bensin (Gasoline engine) yang dapat dikatakan sebagai bentuk pendorong otomotif modern. Mesin ini dibuat oleh penemu jerman yaitu NIKOLAUS AUGUST OTTO (nikolaus otto) pada tahun 1876. Lalu beberapa waktu setelah itu Karl Benz (seorang insinyur Jerman) menemukan beberapa teknologi mobil yang secara umum dikenal sebagai penemu automobile modern yang berhasil mendapat hak paten di Jerman pada tahun 1986, namanya sampai saat ini dikenal sebagai sebuah perusahaan ternama yaitu Mercedes Benz, salah satu perusahaan mobil tertua di dunia.
Mesin empat tak
Mesin empat tak atau four stroke engine adalah sebuah mesin dimana untuk menghasilkan sebuah tenaga memerlukan empat proses langkah naik-turun piston, dua kali rotasi kruk as, dan satu putaran noken as (camshaft).
Ada beberapa langkah kerja yang dimiliki oleh mesin tersebut, diantaranya adalah :
1. Langkah hisap
Langkah ini bertujuan untuk memasukkan kabut udara – bahan bakar ke dalam silinder. Sebagaimana tenaga mesin diproduksi tergantung dari jumlah bahan-bakar yang terbakar selama proses pembakaran. Langkah ini memiliki proses sebagai berikut :
Sejarah awal Otomotif dimulai dari mesin motor empat tak, mesin ini menggunakan bahan bakar bensin (Gasoline engine) yang dapat dikatakan sebagai bentuk pendorong otomotif modern. Mesin ini dibuat oleh penemu jerman yaitu NIKOLAUS AUGUST OTTO (nikolaus otto) pada tahun 1876. Lalu beberapa waktu setelah itu Karl Benz (seorang insinyur Jerman) menemukan beberapa teknologi mobil yang secara umum dikenal sebagai penemu automobile modern yang berhasil mendapat hak paten di Jerman pada tahun 1986, namanya sampai saat ini dikenal sebagai sebuah perusahaan ternama yaitu Mercedes Benz, salah satu perusahaan mobil tertua di dunia.
Mesin empat tak
Mesin empat tak atau four stroke engine adalah sebuah mesin dimana untuk menghasilkan sebuah tenaga memerlukan empat proses langkah naik-turun piston, dua kali rotasi kruk as, dan satu putaran noken as (camshaft).
Ada beberapa langkah kerja yang dimiliki oleh mesin tersebut, diantaranya adalah :
1. Langkah hisap
Langkah ini bertujuan untuk memasukkan kabut udara – bahan bakar ke dalam silinder. Sebagaimana tenaga mesin diproduksi tergantung dari jumlah bahan-bakar yang terbakar selama proses pembakaran. Langkah ini memiliki proses sebagai berikut :
- Piston bergerak dari TMA ke ATB
- Klep inlet terbuka, bahan bakar masuk ke silinder
- Kruk As Berputar 180 derajat dan campshaft berputar 90 derajat
- Tekanan negatif piston menghisap kabut udara-bahan bakar masuk ke silinder
2. Langkah Kompresi (compression stroke)
Langkah ini dimulai saat klep inlet menutup dan piston terdorong ke arah ruang bakar akibat momentum dari kruk as dan flywheel. Tujuan dari langkah kompresi adalah untuk meningkatkan temperatur sehingga campuran udara-bahan bakar dapat bersenyawa. Rasio kompresi ini juga nantinya berhubungan erat dengan produksi tenaga. Proses langkah kompresi ini adalah sebagai berikut :
- Piston bergerak kembali dari TMB ke TMA
- Klep In menutup, Klep Ex tetap tertutup
- Bahan Bakar termampatkan
- Sekitar 15 derajat sebelum TMA, busi mulai menyalakan bunga api dan memulai proses pembakaran
- Kruk as mencapai satu rotasi penuh (360 derajat) Noken as mencapai 180 derajat
3. Langkah Tenaga (power stroke)
Langkah tenaga dimulai ketika campuran udara/bahan-bakar dinyalakan oleh busi. Dengan cepat campuran yang terbakar ini merambat dan terjadilah ledakan yang tertahan oleh dinding kepala silinder sehingga menimbulkan tendangan balik bertekanan tinggi yang mendorong piston turun ke silinder bore. Proses kerjanya adalah sebagai berikut :
- Ledakan tercipta secara sempurna di ruang bakar
- Piston terlempar dari TMA menuju TMB
- Klep inlet menutup penuh, sedangkan menjelang akhir langkah usaha klep buang mulai sedikit terbuka.
- Terjadi transformasi energi gerak bolak-balik piston menjadi energi rotasi kruk as
4. Langkah Buang (exhaust stroke)
Langkah buang menjadi sangat penting untuk menghasilkan operasi kinerja mesin yang lembut dan efisien. Piston bergerak mendorong gas sisa pembakaran keluar dari silinder menuju pipa knalpot.
Perbedaan Gasoline engine dan Mesin Diesel
- Klep inlet terbuka, bahan bakar masuk ke silinder
- Kruk As Berputar 180 derajat dan campshaft berputar 90 derajat
- Tekanan negatif piston menghisap kabut udara-bahan bakar masuk ke silinder
2. Langkah Kompresi (compression stroke)
Langkah ini dimulai saat klep inlet menutup dan piston terdorong ke arah ruang bakar akibat momentum dari kruk as dan flywheel. Tujuan dari langkah kompresi adalah untuk meningkatkan temperatur sehingga campuran udara-bahan bakar dapat bersenyawa. Rasio kompresi ini juga nantinya berhubungan erat dengan produksi tenaga. Proses langkah kompresi ini adalah sebagai berikut :
- Piston bergerak kembali dari TMB ke TMA
- Klep In menutup, Klep Ex tetap tertutup
- Bahan Bakar termampatkan
- Sekitar 15 derajat sebelum TMA, busi mulai menyalakan bunga api dan memulai proses pembakaran
- Kruk as mencapai satu rotasi penuh (360 derajat) Noken as mencapai 180 derajat
3. Langkah Tenaga (power stroke)
Langkah tenaga dimulai ketika campuran udara/bahan-bakar dinyalakan oleh busi. Dengan cepat campuran yang terbakar ini merambat dan terjadilah ledakan yang tertahan oleh dinding kepala silinder sehingga menimbulkan tendangan balik bertekanan tinggi yang mendorong piston turun ke silinder bore. Proses kerjanya adalah sebagai berikut :
- Ledakan tercipta secara sempurna di ruang bakar
- Piston terlempar dari TMA menuju TMB
- Klep inlet menutup penuh, sedangkan menjelang akhir langkah usaha klep buang mulai sedikit terbuka.
- Terjadi transformasi energi gerak bolak-balik piston menjadi energi rotasi kruk as
4. Langkah Buang (exhaust stroke)
Langkah buang menjadi sangat penting untuk menghasilkan operasi kinerja mesin yang lembut dan efisien. Piston bergerak mendorong gas sisa pembakaran keluar dari silinder menuju pipa knalpot.
Perbedaan Gasoline engine dan Mesin Diesel
untuk melihat produk gasoline engine, silahkan klik produk








0 comments:
Posting Komentar