KEBUMEN – Sebanyak 300 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) wilayah
Pantai Selatan dan Pantai Utara (Pantura) diberi pelatihan pertanian
organik, Minggu (15/2).
Mereka yang mengikuti pelatihan di Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan
dan Swadaya (P4S) Sinar Mutiara Kelurahan Panjatan, Kecamatan
Karanganyar, Kebumen itu, sekaligus mengikuti sosialisasi mekanisme
alat-alat mesin pertanian.
Ketua P4S Purnomo Singgih mengatakan, mengumpulkan petani se-Jateng
untuk belajar pola pertanian organik yang didukung PT Sharprindo Dinamika
Prima. Dalam pelatihan itu dipamerkan mesinmesin pertanian. Antara lain
pompa, perontok padi, mesin rumput, dan genset. Penggunaan alat-alat
itu, untuk memudahkan pengerjaan lahan pertanian.
Pelatihan berlangsung selama tiga hari. Tampil sebagai narasumber
pelatihan itu, selain Purnomo Singgih juga Pemerhati Organik dari
Surabaya Parwito, serta dari perwakilan PT Sharprindo Dinamika Prima
Frederik.
“Gapoktan yang mengikuti pelatihan di sini diarahkan untuk mengikuti
pola pertanian organik yang ditunjang alat-alat pertanian dari shark,” katanya.
Selain memberikan materi ekologi tanah, juga sosialisasi bagaimana cara
mengolah tanah dengan mesin-mesin pertanian secara baik dan benar.
Belum Percaya
Purnomo mengakui, selama ini petani hanya mengolah tanah saja tanpa
dibarengi dengan pupuk organik, mikro organisme lokal, serta pemanfaatan
organik lain. Terutama di wilayah Urut Sewu sampai Cilacap dan Pantura.
Bondan Pamor SB dari Kabupaten Pekalongan yang mengikuti pelatihan
kemarin menambahkan, selama ini petani mengandalkan pupuk kimia.
Mereka belum percaya organik, sehingga perlu datang dan belajar di
P4S untuk mengaplikasikan ilmunya. Dengan menerapkan pertanian organik,
kata Bondan, tanaman lebih subur, dan limbah lingkungan bisa
dimanfaatkan. Seperti kotoran sapi dan sampah organik yang bisa
digunakan untuk pupuk. Hasil berasnya pun minim kadar zat kimia,
sehingga saat dikonsumsi lebih sehat.
Kamis, 09 April 2015
300 GAPOKTAN IKUTI PELATIHAN EKOLOGI TANAH
Kamis, April 09, 2015
No comments






0 comments:
Posting Komentar